Dugaan Malpraktek, Siloam Hospitals Lippo Village Dituntut 500 M

Rumah Sakit Siloam Hospitals Lippo Village, korban akhirnya menempuh jalur hukum dengan menunjuk HAMI (Himpunan Advokasi Muda Indonesia) sebagai pengacara.

Berawal dari kecelakaan sepeda motor yang dialami oleh Dasril Ramadhan hingga mengakibatkan patah tulang pada tungkai kaki (tulang kering) sebelah kanan. Setelah mendapat pertolongan di RS Usada Insani, Cipondoh, Kota Tangerang, Dasril sempat dirujuk ke RS. Mayapada karena kurang perlengkapannya akhirnya dirujuk ke Siloam Hospitals Lippo Village.

Pihak Siloam Hospitals menyatakan bahwa luka patah yang diderita oleh Dasril bukan merupakan luka biasa, sehingga harus dilakukan operasi besar termasuk operasi pembuluh darah.

Menurut dokter yang menangani Dasril berinisial PS mengatakan, apabila tidak dilakukan operasi dengan segera maka dengan terpaksa kaki kanan Dasril harus di amputasi.

“Setelah mendapat penanganan operasi Dasril tetap berada di ruang ICU selama 3 hari dengan perawatan yang berlebihan karena Dasril harus dipasangkan kateter, padahal kondisi ginjal Dasril dinilai baik-baik saja dan berada dalam kondisi yang cukup prima pasca operasi, “kata Alexander Waas, SH selaku pengacara pada Rabu (27/8) di Jakarta.

“Selama menjalani perawatan,pihak Siloam Hospitals tidak pernah mengonformasikan dan meminta persetujuan keluarga pasien perihal penamganan medis, penggunaan obat-obatan, penggunaan alat kesehatan dan juga biaya yang akan ditimbulkan,”imbuhnya.

Lebih lanjut dijelsakan, banyak kejanggalan-kejanggalan dalam penanganan medis dimana hal tersebut mengakibatkan pembusukan pada luka bekas operasi di kaki Dasril yang menyebabkan keluar nanah, bau tak sedap bahkan muncul belatung.

Hal ini membuat orangtua Dasril Bapak Akhmad Haris geram ditambah pembengkakan biaya yang dinilai tidak wajar karena mencapai Rp 290.000.000,- (dua ratus sembilan puluh juta rupiah) selama 9 hari dirawat.

Akhirnya keluarga Dasril memutuskan untuk memulangkannya dan memilih dilakukan pengobatan rawat jalan.

Sebelumnya pihak keluarga telah melayangkan somasi dan melakukan mediasi dengan pihak Siloam Hospitals Lippo Village untuk menyelesaikan persoalan tersebut namun tidak ditemukan solusi, sehingga pada tanggal 8 Agustus 2014 keluarga Dasril melalui kuasa hukumnya mendaftarkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum. Di Pengadilan Negeri Tangerang, menuntut keadilan bagi Dasril Ramadhan atas perlakuan dan pengobatan tidak wajar yang di berikan oleh Siloam Hospitals Lippo Village.

“Pada hari ini Rabu 27 Agustus 2014 telah digelas sidang perdana perkara dengan register nomer 470/PDT.G/2014/PN.TNG dengan agenda mediasi antara ke dua belah pihak namun dari Siloam Hospitals Lippo Village tidak menghadirkan pengacara hanya mengutus perwakilan sehingga sidang ditunda,”tutur Alexander Waas.

Tim kuasa hukum menduka ada malpraktek yang dilakuakn pihak Siloam Hospitals Lippo Village, sehingga korban menderita kerugian yang tak bisa dihitung nilainya untuk itu kami selaku kuasa hukum akan menuntut Siloam Hospitals Lippo Village sebesar Rp. 500 M .

Menurut ayah korban Akhmad Haris mengatakan,”Pada awalnya saya tidak menyangka terjadi seperti ini,setelah dibawa ke rumah sakit lain selama 8 hari alhamdulillah membaik, Jika dibandingkan dengan ketika ada di rumah sakit Siloam Hospitals Lippo Village yang terjadi luka bakar mungkin akibat obat yang diberikan termasuk penanganannya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *